Minggu, 13 Juni 2010

Pengaruh Teman Sebaya Dan Sekolah Terhadap Perkembangan Anak

Teman Sebaya

Konteks sosial di luar keluarga pada anak-anak adalah teman sebaya. Pada teman sebaya inilah, anak memperoleh informasi dan perbandingan tentang dunia sosialnya. Anak juga belajar tentang prinsip keadilan melalui konflik-konflik yang terjadi dengan teman-temannya. Pada masa sekolah dasar, teman sebaya yang dipilih biasanya terkait dengan jenis kelamin. Anak cenderung bermain dengan teman sesama jenis kelaminnya. Dalam pergaulan ini anak belajar tentang konsep gender antara laki-laki dan perempuan dimana anak laki-laki seringkali saling mengajarkan perilaku maskulin dan anak perempuan juga saling mengajarkan kultur bagaimana menjadi wanita.

Pada masa remaja awal dimana remaja menyatakan bahwa mereka lebih tergantung kepada teman daripada orang tua untuk memenuhi kebutuhan akan rasa kebersamaan, keinginan untuk ikut serta dalam kelompok pertemanan makin meningkat. Disini rasa persahabatan mereka memainkan peranan cukup penting sehingga apabila remaja bertemu dengan sebuah kelompok kecil kemudian merasa cocok dan nyaman berada dalam kelompok tersebut mereka akan berusaha untuk tetap setia dan kesetiaan pada kelompok ini dapat mempengaruhi hidup mereka.

Sekolah

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang secara sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran dan latihan dalam rangka membantu anak agar mampu mengembangkan potensinya, baik yang menyangkut aspek moral spiritual, intelektual, emosionalmaupun sosial. Peranan sekolah dalam mengembangkan kepribadian anak adalah sebagai faktor penentu bagi perkembangan kepribadian anak baik dalam cara berpikir, bersikap maupun cara berperilaku. Sekolah mempunyai peranan atau tanggung jawab penting dalam membantu para anak mencapai tugas perkembangannya. Alasannya antara lain adalah bahwa sekolah memberi pengaruh kepada anak secara dini, seiring dengan perkembangan konsep dirinya, anak-anak banyak menghabiskan waktunya di sekolah dari pada tempat lain di luar rumah, sekolah memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses, sekolah memberi kesempatan pertama kepada anak untuk menilai dirinya dan kemampuan secara realistic dan sekolah juga berperan sebagai substansi keluarga dan guru subtitusi orang tua.

Sehubungan hal ini, sekolah sebisanya berupaya menciptakan suatu kondisi yang dapat memfasilitasi anak untuk mencapai tugas perkembangannya tersebut. Upaya sekolah dapat berjalan dengan baik, apabila sekolah tersebut telah tercipta kondisi yang sehat atau efektif, baik menyangkut aspek manajemennya, maupun profesionalisme para personelnya. Sekolah yang efektif itu sebagai sekolah yang memajukan, atau mengembangkan prestasi, ketrampilan sosial, sopan santun, sikap positif terhadap belajar, rendahnya angka absen dan memberikan ketrampilan-ketrampilan yang memungkinkan seorang anak dapat mandiri. Sekolah yang efektif disamping ditandai oleh ciri-ciri di atas juga sangat didukung oleh kualitas para guru, baik menyangkut karakteristik pribadi maupun kompetensinya. Karakteristik pribadi dan kompetensi guru ini sangat berpengaruh terhadap kualitas proses pembelajaran di kelas atau hubungan guru dengan anak di kelas yang pada nantinya akan berpengaruh pula pada keberhasilan belajar anak tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar